Radang Gusi Pada Anak

Radang Gusi Pada Anak – Radang gusi atau gingivitis adalah peradangan gusi sehingga gusi menjadi merah dan membengkak, tampak mengkilap atau licin, dan cenderung mudah berdarah, terutama pada waktu menyikat gigi. Radang gusi berkepanjangan dan tidak dirawat dapat menyebar ke gigi dan mengakibatkan gigi lepas (tanggal)

Radang Gusi Pada Anak

Radang Gusi Pada Anak

Penyebab Radang Gusi

Penyebab terjadinya radang gusi adalah akibat dari plak (dental plaque) yang menumpuk pada leher gigi yang tidak dibersihkan. Iritan kimiawi yang dihasilkan plak memasuki gusi melalui lekukan dangkal yang terdapat pada perbatasan gusi dan gigi. Lama-kelamaan plak tersebut mengiritasi gusi sehingga terinfeksi dan mudah berdarah. Radang gusi juga dapat terjadi karena kekurangan vitamin C, tetapi jarang terjadi.

Gejala dan Tanda-Tanda

a. Gusi terasa sakit
b. Tampak merah
c. Bengkak
d. Gusi berdarah

Pencegahan Radang Gusi

  1. Rawat gigi dan gusi dengan menyikat bersih gigi 2 kali sehari sehingga tidak ada sisa makanan yang tertinggal
  2. Bersihkan plak gigi pada dokter gigi

Anak-anak belum dapat membersihkan gigi dan mulutnya secara benar-benar bersih dan efisien. Pembersihan gigi pada anak-aak harus distimulasi atau dibangkitkan motivasinya, diawasi, dan hasil akhirnya diamati apakah sudah benar-bena bersih atau belum.

Pembersihan gigi yang tidak sempurna dapat meningkatkan jumlah kuman. Kuman-kuman ini mengeluarkan rcun yang merupakan iritan bagi tubuh. Apabila tubuh teriritasi, secara alamiah tubuh akan membentuk pertahanan berupa reaksi radang yakni kemerahan, membesar dan terasa sakit. Apabila proses ini terjadi pada gusi, radang ini disebut sebagai gingivitis.

Gejala gingivitis yang dirasakan anak adalah rasa tidak enak pada gusi, gusi bengkak dan merah serta menimbulkan bau mulut. Kekhawtiran gusi berdarah saat disikat bisa jadi menyebabkan anak enggan menggosok giginya. Peradangan pada gusi bisa timbul karena plak dan kuman patogen, bisa juga diperparah dengan adanya karang gigi.

Namun gingivitis atau radang gusi adalah penyakit yang reversibel artinya apabila iritan lokal dihilangkan, gusi bersih kembali, gusi bisa sehat kembali seperti semula.

Lebih dari 25 juta anak dan 80% remaja diketahui sulit makan atau mengunyah. Penyebabnya tak lain karena menderita gangguan kerusakan ghigi dan gusi. Akibatnya anak cenderung memilih makanan yang kurang bergizi , hingga kecerdasannya terpengaruh.

Gusi dan jaringan tulang pendukung ibarat akar pohon yang menjaga agar posisi gigi tetap terjaga di rahang. Gusi rusak jika terlalu lama tertumpuk plak, atau banyak bakteri dan sisa makanan melekat di rongga mulut. Menurut penelitian, kurang Vitamin C dapat memicu kerusakan gusi, karena menyebabkann sistem kolagen (protein yang menyusun tubuh manusia) pada gusi tidak bisa melekat . akibatnya gusi mudah berdarah dan rentan terhadap bakteri.

Gusi bisa meradang disebut gingivitis ketika bakteri pada plak gigi mengiritasi gusi. Gingivitis yang tidak ditangani akan menjadi periodontitis (peradangan di jaringan penyangga gigi). Bakteri memproduksi racun yang dapat menghancurkan tulang dan jaringan pendukung gigi lainnya, menyebabkan gigi keropos dan tanggal.

Ketika anak menangis dan susah makan mungkin karena gusi meradang, bengkak, dan berdarah. Ditunjukan dengan gusi tampak merah, buka pink, dan gigi gampang digerakkan. Lebih lanjut dapat ditemui darah dibantal saat anak bangun tidur, terutama jika ia bernapas lewat mulut saat tidur. Implikasi lain dari peradangan gusi adalah bau mulut tidak sedap (halitosis), karena darah pada kantung gusi mengalami penguraian.

Gusi dan gigi merupakan satu kesatuan . Jika gusi sering bengkak berarti tanda bahwa ada didi yang tidak beres. gigi yang tidak beres mengindikasiada gangguan metabolisme yang tidak bagus. Perlu cek laboratorium jika gusi sering bengkiak. gusi tidak bisa regenerasi, jadi harus dirawat. Kalau gusi yang bengkak disebelah belakang bsa berbahaya, karena kuman bisa ke jantung.

Mencegah radang gusi adalah dengan menjaga kebersihan mulut dan gigi. Biasakan menggososk gigi minimal 2 kali sehari. Pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Gosok gigi dimulai dari gusi ke arah gigi depan, dengan gerakan memutar atua bersudut 45 derajat.

Anak perlu sedini mungkin dikenalkan dan dibiasakan menyikat gigi, yakni ketika gigi mulai tumbuh lengkap. Biarkan anak memegang sikatnya dan ibu yang menggoyang tangannya menyikat gigi.

Pilih pasta dan sikat gigi khusus anak balita. Pilih pasta gigi yang tanpa detergen dan materialnya tergolong makanan atau food grade, dan gunakan air matang untuk berkumur. Jangan lupa cukupi asupan vitamin C dengan makan sayur dan buah segar seperti jeruk, apel, dan seledri.

Pengobatan Herbal Radang Gusi

1. Resep Pertama

Bahan-Bahan

– 10 lembar daun sirih
– 1 sdm garam

Cara Pemakaian :

– Daun sirih dicuci bersih
– Kemudian direbus dengan 800cc air
– Diamkan hingga mendidih dan tersisa setengahnya, lalu saring
– Gunakan airnya hangat-hangat untuk berkumur hingga mengenai seluruh gusi
– Lakukan secara teratur 5 kali sehari

2. Resep Kedua

Bahan-Bahan :

– 30 gram daun jambu biji
– 200 cc cuka beras putih

Cara Pemakaian :

– Cuci bersih semua bahan
– Lalu rebus dengan 400cc air hingga mendidih
– Setelah dingin kemudian di saring
– Gunakan untuk obat kumur
– Lakukan 5 kali sehari

Radang Gusi Pada Anak


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Radang Gusi dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Radang Gusi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>