Gejala Penyakit Radang Gusi

Gejala Penyakit Radang Gusi – Penyakit radang gusi adalah salah satu penyakit yang ditandai dengan gejala penyakit radang gusi dengan pembengkakan atau gusi yang mengalami peradangan. Penyakit radang gusi ini merupakan salah satu bentuk awal dari terjadinya kerusakan di jaringan pendukung gigi, misalnya adalah gusi, periodontal dan juga tulang gigi. Penyakit radang gusi ini bisa disebabkan karena plak yang menumpuk. Plak yang berasal dari sisa-sisa makanan mengandung bakteri, lendir dan juga virus lainnya yang bisa merusak gusi.

Gejala Penyakit Radang Gusi

Gejala Penyakit Radang Gusi

Penyakit Radang Gusi

Gejala penyakit radang gusi ditandai dengan gusi yang membengkak dengan warna kemerahan dan juga agak mengilap, kemudian gusi akan terasa sakit dan nyeri . Cara mengatasi penyakit radang gusi bisa dilakukan dengan cara alami misalnya adalah dengan biji cengkeh. Caranya adalah dengan meletakkan sebiji cengkeh pada gigi yang bengkak dan kemudian dihisap sebagai obat pereda nyeri yang alami. Atau jika radang gusi tidak juga berkurang keparahannya maka segeralah pergi ke dokter.

Gejala penyakit radang gusi yang biasanya dirasakan oleh anak-anak hampir sama seperti orang dewasa. Gusi mereka akan memerah dan bengkak dan bisa menimbulkan bau mulut. Hal ini bisa menyebabkan anak menjadi malas untuk menggosok dan menyikat gigi. Penumpukan plak yang terjadi di mulut bisa menyebabkan keparahan yang lebih pada gusi mereka.

Kebanyakan orang menganggap bahwa radang gusi yang terjadi biasanya berhubungan dengan sakit gigi. Namun, radang gusi merupakan salah satu bentuk dari infeksi yang terjadi lebih serius. Penyebab dari radang gusi terjadi bisa diakibatkan karena plak yang menumpuk. Selain itu, zat lengket yang campuran yang berasal dari bakteri, ludah atau juga dari sisa makanan. Dan jika tidak segera dibersihkan, maka timbunan dari plak tadi akan membentuk suatu karang gigi. Dan pembentukan dari plak serta karang gigi kemudian akan mendorong gusi, dan setelah itu akan membentuk suatu kantung sebagai tempat dari bakteri dalam melakukan perkembang biakan. Bakteri yang bisa mengeluarkan racun yang akan membuat gusi mengalami infeksi, pembengkakan dan juga menjadi lembek. Bakteri yang berasal dari gusi yang mengalami peradangan tadi akan masuk ke dalam aliran darah, kemudian hal ini akan menimbulkan rasa sakit atau juga akan membuat keadaan semakin memburuk.

Hubungan dari radang gusi dengan penyakit jantung dan terjadinya penyakit paru-paru obstruktif kronis sudah terbukti helas. Bakteri yang berasal dari gusi biasanya akan mengalir lewat darah yang tersangkut di dalam katup jantung. Dan kemudian lama kelamaan jantung akan mengalami infeksi. Selain itu juga, bakteri juga bisa saja masuk lewat ke par lewat ludah atau juga pada udara dan juga bisa menimbulkan infeksi pada daerah paru-paru.

Resiko dari terjadinya penyakit radang gusi dan juga pada radang periodental yang mengalami peningkatan dari terjadinya adanya suatu pemicu yang lain.  Misalnya penyebabnya adalah seperti rokok, faktor genetik, kehamilan, dan perubahan hormon, stress, serta akibat kekurangan vitamin C dan kurang mengonsumsi kalsium. Untuk membantu membersihkan daerah radang gusi, maka sangat dianjurkan sekali dalam menggosok gigi setelah Anda menyantap makanan dan sebelum Anda tidur. Anda juga harus membersihkan daerah sela gigi dan membersihkannnya dengan menggunakan benang gigi dental floss setidaknya dilakukan sekali dalam sehari. Selain itu, penggunaan dari pasta gigi antiplak dan jga antitartar atau juga karang gigi yang biasanya sangat dianjurkan sekali dalam meningkatkan perlindungan untuk gigi.

Penyebab Radang Gusi

Kurangnya asupan makanan yang mengandung vitamin C maka bisa memicu terjadinya penyakit radang gusi. Dimaan radang gusi dan dan gusi berdarah. Kekurangan dari asupan niasin juga bisa membuat terjadinya peradangan dan juga pendarahan pada daerag gusi, serta bisa membuat infeksi bau mulut menjadi semakin lebih mudah. Untuk wanita yang sedang hamil, biasanya radang gusi akan menjadi semakin memburuk lagi. Hal ini disebabkan karena terjadinya suatu perubahan secara hormonal. Dan keadaan yang seperti ini biasanya didukung karena kurang dalam menjaga dan memelihara kebersihan mulut karena biasanya wanita yang sedang hamil merasakan mual pada pagi hari.

Selama masa kehamilan mereka, iritasi ringan yang terjadi biasanya yang paling sering adalah seperti terjadinya pembentukan pada karang gigi dan bisa mengakibatkan terjadinya pertumbuhan menjadi berlebihan dibagian jaringan gusi yang lebih mirip dengan benjolan. Keadaan yang seperti ini biasanya disebut dengan tumor kehamilan. Jika mengalami luka disaat sedang makan, maka jaringan gusi yang mengalami pembengkakan ini dengan mudah bisa mengalami suatu pendarahan.

Penyakit radang gusi atau gingitivis deskuamativa adalah salah satu kondisi tersering yang kasusnya banyak ditemukan untuk wanita pasca menopause. Dan lapisan dari gusi yang paling luar biasanya terpisah dari jariingan yang ada dibawahnya. Kemudian gusi tadi akan menjadi semakin longgar lagi sehingga lapisan bagian luarnya bisa digerakkan dengan menggunakan kapas lidi.

Cara Mengatasi Radang Gusi

Lalu bagaimana cara mengatasi penyakt radang gusi ini? Cara mengatasi penyakit radang gusi ini adalah dengan kulit andong seckupnya saja. Kemudian garam secukupnya. Cara membuatnya adalah dengan mencuci kulit andong terlebih dahulu, setelah itu dikikis dan diberikan sedikit gara. Oleskanlah ramuan tersebut pada bagian gusi yang sakit.

Cara mengobati penyakit radang gusi lainnya adalah dengan kronkot 200 gram dan air 3 gelas. Cara memakainya adalah mencuci terlebih dahulu kulit krokot, kemudian rebuslah ke dalam 3 gelas air hingga yang tersisa hanyalah 1 gelas. Jika sudah dingin, air ramuan ini diminum sekaligus.

Gejala Penyakit Radang Gusi

 

Posted in Radang Gusi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Radang Gusi Gingivitis

Radang Gusi Gingivitis – Anak-anak belum dapat membersihkan gigi dan mulutnnya secara benar-benar bersih dan efisien. Pembersihan gigi pada anak-anak harus distimulasi atau dibangkitkan motivasinya, diawasi dan hasil akhirnya diamati apakah sudah benar-benar bersih atau belum agar tidak mengalami radang gusi gingivitis. Makanan yang lengket seperti cokelat pada daerah yang jauh lebih sulit dibersihkan. Gosokkan sikat gigi yang kasar (baik karena bulunya maupun tekanan yang terlalu keras ) dapat menghilangkan semangatnya untuk membersihkan gigi dengan baik. Pemakaian pewarna plak dapat meningkatkan motivasi anak terhadap pembersihan gigi dengan lebih baik lagi.

Radang Gusi Gingivitis

Radang Gusi Gingivitis

Penyakit Radang Gusi

Pembersihan gigi yang tidak sempurna dapat meningkatkan jumlah kuman. Kuman-kuman ini mengeluarkan racun yang merupakan iritan bagi tubuh. Apabila tubuh teriritasi secara alamiah tubuh akan membentuk pertahanan berupa reaksi radang, yakni kemerahan, membesar terasa sakit. Apabila proses ini terjadi pada gusi, radang  gusi pada anak ini disebut sebagai gingivitis. Gejala ginginvitis yang dirasakan anak adalah rasa tidak enak pada gusi, gusi bengkak dan merah serta menimbulkan bau mulut. Kekhawatiran gusi berdarah saat disikat bisa menyebabkan anak enggan menggosok giginya. Namun tetap pembersihan yang teratur, gingivitis justru akan lebih parah dan dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan penyangga gigi (jaringan periodontal) dibawah gusi disebut radang jaringan penyangga gigi (periodontitis). Radang gusi gingivitis bisa muncul karena plak dan kuman patogen, bisa juga diperparah dengan adanya karang gigi. Namun gingivitis adalah penyakit yang reversible, artinya apabila iritan local dihilangkan, gusi bersih kembali, gusi bisa sehat kembali seperti semula.

Radang gusi gingivitis adalah hilangnya aspek higienis dalam mulut menyebabkan akumulasi massa bakteri yang padat (plak gigi) disekeliling  daerah leher gigi pada pinggiran gingival (garis gusi). Apabila tidak dibersihkan, plak gigi ini akan mempercepat respons peradangan gingival, yaitu gingival tampak merah dan bengkaka, peradangan gingival spontan, dan bau mulut. Tingkar keparahan tanda-tanda klinis ini bervariasi. Gingivitis dapat bersifat local atau menyeluruh, gingivitis dapat sembuh bila cara-cara hygiene mulut yang cermat tetap tidak mampu mengatasi gingivitis, maka dokter gigi perlu mempertimbangkan masalah lain, karena gingivitis tersebut mungkin merupakan suatu komponen dari penyakit lain (misalnya leukemia nonlimfositik akut, penyakit diabetes mellitus, neutropenia, trombositopenia, skorbut dan perubahan hormone akibat pubertas serta kehamilan).

Beberapa hal yang menyebabkan gingivitis diantaranya kebersihan mulut yang buruk, pernumpukkan karang gigi (kalkulus/tartar), dan efek samping dari obat-obatan teretntu yang diminum secara rutin. Sisa-sisa makanan yang tidak dibersihkan secara seksama, dapat menjadi tempat pertumbuhan bakteri. Apabila gusi Anda mudah terluka dan berdarag, ambillah daun bayam duri lalu bakar dan tumbuk hingga halus menjadi seperti bubuk. Setelah itu oleskan pada bagian yang terluka dan berdarah.

 Cara Mengatasi Radang Gusi

Hal yang harus diatasi dari penyakit radang gusi adalah keadaan medis yang bisa mengakibatkan atau membuat radang gusi menjadi semakin parah. Jika penyebab dari radang gusi adalah karena mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu, maka pertubuhan dari gusi yang terjadi secara berlebihan harus segera diangkat dengan melakukan tekni pembedahan. Dan jika disebabkan karena kurangnya mengonsumsi vitamin C dan kurang asupan niasin, maka biasanya cara mengatasinya adalah dengan menambahkan asupan vitamin.

Untuk kasus penyakit gingitivis herpektik akut yang biasanya akan mengalami perbaikan tanpa melakukan suatu pengobata selama 2 minggu. Jika diberikan obat kumur dengan anestetik untuk membantu mengurangi ketidaknyamananan yang muncul disaat si penderita sedang makan atau juga saat sedang minum. Untuk kasus penyakit tumor kehamilan biasanya harus diangkat lewat tindakan operasi atau pembedahan. Namun penyakit tumor ini biasanya bayak tumbuh kembali selama kehamilan masih terjadi. Untuk kasus penyakit radang gusi dekuamativa biasanya akan diberikan terapi sulih hormon. Pilihan dari pengobatan yang lain adalah dengan obat radang gusi jenis tablet kortikosteroid atau penggunaan salep yang mengandung kortikosteroid yang bisa dileskan langsung ke daerah gusi. Dan mencegah terjadinya pendarahan misalnya pada penyakit leukemia, maka sebaiknya lakukan pembersihan gisi namun jangan menggunakan sikat gigi, namun caranya dilakukan dengan menggunakan bantalan atau juga dengan menggunakan busa. Obat kumur jenis klorheksidin biasanya juga bisa diberikan untuk membantu mengontrol plak dan juga mencegah terjadinya infeksi mulut.

Pada kasus penyakit perikoronitis, sisa makanan dan juga bakteri yang terletal pada bawah lipatan gusi harus segera dibersihkan. Anda bisa membersihkannya dengan melakukan pemeriksaan ke dokter gigi. Jika rontgent menunjukkan jika bagian gigi geraham yang bawah tidak mungkin bisa tumbuh dengan lebih sempurna, maka pada bagian gigi geraham atas akan dicabut dan kemudian akan diberikan dengan obat antibiotik untuk beberapa hari sebelum bagian gigi geraham bawah kemudian dicabut juga.

Hal yang harus dilakukan adalah dengan cara merawat kesehatan gigi dengan baik dalam mencegah terjadinya gangguan sakit gigi, radang gusi dan yang lainnya. Lakukan cara dibawah ini :

  1. Menyikat gigi dengan teratur dan baik
  2. Memeriksakan diri anda ke dokter gigi paling tidak selama 6 bulan atau juga 3 bulan sekali jika memang memungkinkan untuk dilakukan.
  3. Berkumurlah dengan menggunakan obat kumur jika Anda selesai menyikat gigi dalam membantu membuat nafas Anda menjadi lebih segar.

Radang Gusi Gingivitis

Posted in Radang Gusi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Radang Gusi Pada Anak

Radang Gusi Pada Anak – Radang gusi atau gingivitis adalah peradangan gusi sehingga gusi menjadi merah dan membengkak, tampak mengkilap atau licin, dan cenderung mudah berdarah, terutama pada waktu menyikat gigi. Radang gusi berkepanjangan dan tidak dirawat dapat menyebar ke gigi dan mengakibatkan gigi lepas (tanggal)

Radang Gusi Pada Anak

Radang Gusi Pada Anak

Penyebab Radang Gusi

Penyebab terjadinya radang gusi adalah akibat dari plak (dental plaque) yang menumpuk pada leher gigi yang tidak dibersihkan. Iritan kimiawi yang dihasilkan plak memasuki gusi melalui lekukan dangkal yang terdapat pada perbatasan gusi dan gigi. Lama-kelamaan plak tersebut mengiritasi gusi sehingga terinfeksi dan mudah berdarah. Radang gusi juga dapat terjadi karena kekurangan vitamin C, tetapi jarang terjadi.

Gejala dan Tanda-Tanda

a. Gusi terasa sakit
b. Tampak merah
c. Bengkak
d. Gusi berdarah

Pencegahan Radang Gusi

  1. Rawat gigi dan gusi dengan menyikat bersih gigi 2 kali sehari sehingga tidak ada sisa makanan yang tertinggal
  2. Bersihkan plak gigi pada dokter gigi

Anak-anak belum dapat membersihkan gigi dan mulutnya secara benar-benar bersih dan efisien. Pembersihan gigi pada anak-aak harus distimulasi atau dibangkitkan motivasinya, diawasi, dan hasil akhirnya diamati apakah sudah benar-bena bersih atau belum.

Pembersihan gigi yang tidak sempurna dapat meningkatkan jumlah kuman. Kuman-kuman ini mengeluarkan rcun yang merupakan iritan bagi tubuh. Apabila tubuh teriritasi, secara alamiah tubuh akan membentuk pertahanan berupa reaksi radang yakni kemerahan, membesar dan terasa sakit. Apabila proses ini terjadi pada gusi, radang ini disebut sebagai gingivitis.

Gejala gingivitis yang dirasakan anak adalah rasa tidak enak pada gusi, gusi bengkak dan merah serta menimbulkan bau mulut. Kekhawtiran gusi berdarah saat disikat bisa jadi menyebabkan anak enggan menggosok giginya. Peradangan pada gusi bisa timbul karena plak dan kuman patogen, bisa juga diperparah dengan adanya karang gigi.

Namun gingivitis atau radang gusi adalah penyakit yang reversibel artinya apabila iritan lokal dihilangkan, gusi bersih kembali, gusi bisa sehat kembali seperti semula.

Lebih dari 25 juta anak dan 80% remaja diketahui sulit makan atau mengunyah. Penyebabnya tak lain karena menderita gangguan kerusakan ghigi dan gusi. Akibatnya anak cenderung memilih makanan yang kurang bergizi , hingga kecerdasannya terpengaruh.

Gusi dan jaringan tulang pendukung ibarat akar pohon yang menjaga agar posisi gigi tetap terjaga di rahang. Gusi rusak jika terlalu lama tertumpuk plak, atau banyak bakteri dan sisa makanan melekat di rongga mulut. Menurut penelitian, kurang Vitamin C dapat memicu kerusakan gusi, karena menyebabkann sistem kolagen (protein yang menyusun tubuh manusia) pada gusi tidak bisa melekat . akibatnya gusi mudah berdarah dan rentan terhadap bakteri.

Gusi bisa meradang disebut gingivitis ketika bakteri pada plak gigi mengiritasi gusi. Gingivitis yang tidak ditangani akan menjadi periodontitis (peradangan di jaringan penyangga gigi). Bakteri memproduksi racun yang dapat menghancurkan tulang dan jaringan pendukung gigi lainnya, menyebabkan gigi keropos dan tanggal.

Ketika anak menangis dan susah makan mungkin karena gusi meradang, bengkak, dan berdarah. Ditunjukan dengan gusi tampak merah, buka pink, dan gigi gampang digerakkan. Lebih lanjut dapat ditemui darah dibantal saat anak bangun tidur, terutama jika ia bernapas lewat mulut saat tidur. Implikasi lain dari peradangan gusi adalah bau mulut tidak sedap (halitosis), karena darah pada kantung gusi mengalami penguraian.

Gusi dan gigi merupakan satu kesatuan . Jika gusi sering bengkak berarti tanda bahwa ada didi yang tidak beres. gigi yang tidak beres mengindikasiada gangguan metabolisme yang tidak bagus. Perlu cek laboratorium jika gusi sering bengkiak. gusi tidak bisa regenerasi, jadi harus dirawat. Kalau gusi yang bengkak disebelah belakang bsa berbahaya, karena kuman bisa ke jantung.

Mencegah radang gusi adalah dengan menjaga kebersihan mulut dan gigi. Biasakan menggososk gigi minimal 2 kali sehari. Pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Gosok gigi dimulai dari gusi ke arah gigi depan, dengan gerakan memutar atua bersudut 45 derajat.

Anak perlu sedini mungkin dikenalkan dan dibiasakan menyikat gigi, yakni ketika gigi mulai tumbuh lengkap. Biarkan anak memegang sikatnya dan ibu yang menggoyang tangannya menyikat gigi.

Pilih pasta dan sikat gigi khusus anak balita. Pilih pasta gigi yang tanpa detergen dan materialnya tergolong makanan atau food grade, dan gunakan air matang untuk berkumur. Jangan lupa cukupi asupan vitamin C dengan makan sayur dan buah segar seperti jeruk, apel, dan seledri.

Pengobatan Herbal Radang Gusi

1. Resep Pertama

Bahan-Bahan

– 10 lembar daun sirih
– 1 sdm garam

Cara Pemakaian :

– Daun sirih dicuci bersih
– Kemudian direbus dengan 800cc air
– Diamkan hingga mendidih dan tersisa setengahnya, lalu saring
– Gunakan airnya hangat-hangat untuk berkumur hingga mengenai seluruh gusi
– Lakukan secara teratur 5 kali sehari

2. Resep Kedua

Bahan-Bahan :

– 30 gram daun jambu biji
– 200 cc cuka beras putih

Cara Pemakaian :

– Cuci bersih semua bahan
– Lalu rebus dengan 400cc air hingga mendidih
– Setelah dingin kemudian di saring
– Gunakan untuk obat kumur
– Lakukan 5 kali sehari

Radang Gusi Pada Anak

Posted in Radang Gusi | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengobati Radang Gusi

Cara Mengobati Radang Gusi – Gingivitis atau peradangan pada gusi, masalah periodontal yang paling umum terjadi adalah penyakit peradangan reversibel yang dimulai pada sebagian besar anak-anak di usia sangat dini dan paling sering berkaitan dengan pembentukan plak gigi. Perubahan yang terjadi pada plak bakteri, baik jenis dan jumlah organisme, keduanya menyebabkan pelepasan berbagai eksotoksin destruktif, enzim-enzim, dan agens berbahaya lainnya. Organisme-organisme tersebut mengakibatkan reaksi peradangan pada jaringan gusi, menyebabkan gusi menjadi merah, bengkak, nyeri tekan dan mudah berdarah pada iritasi yang ringan.

Cara Mengobati Radang Gusi

Cara Mengobati Radang Gusi

Radang Gusi

Penanganan diarahkan pada pencegahan dengan menyikat gigi dan membersihkan sela gigi secara cermat, termasuk menggunakan zat flourida.

Penyebab Radang Gusi

  • Kesalahan pada waktu menyikat gigi. Deposit plak mengandung bakteri dan toksin yang menyebabkan gusi bengkak dan terinfeksi.
  • Terlalu keras menyikat gigi
  • Gusi yang teriritasi disebabkan oleh ketidaksempurnaan gigi, bagian tepi bergelombang, kotornya denture, bridge, dan crown.
  • Nutrisi buruk, terutama pada defisiensi vitamin C dan vitamin B.
  • Penyakit Diabetes tidak terkontrol dan kehamilan, disebabkan oleh perubahan hormonal yang meningkatkan sensitivitas gusi
  • Efek samping obat, seperti antikonvulsan (terutama fenitoin dan barbiturat)

Cara Mengobati Radang Gusi

1. Cara Mengobati Radang Gusi Pertama

Bahan-Bahan :

– Daun picisan secukupnya

Cara Pemakaian :

– Cuci daun picisan sampai bersih
– Lalu kunyah daun picisan , biarkan menetap agak lama pada bagian gusi yang meradang
– Kemudian buang ampasnya
– Lakukan 4 kali sehari sampai sembuh

2. Cara Mengobati Radang Gusi Kedua

Bahan-Bahan :

– 5 butir biji jambu mede kering
– 1/4 sendok teh madu

Cara Mengobati Radang Gusi Pemakaian :

– Gongseng biji jambu mede kering sampai menguning
– Lalu giling sampai halus dan menjadi serbuk
– Ambil 1 sendok teh serbuk kacang mede tersebut
– Kemudian tambahkan madu, aduk sampai rata
– Setelah itu bubuhkan ramuan ini pada bagian gusi yang meradang

Komplikasi Radang Gusi

Penyakit radang gusi sebaiknya jangan disepelekan. Karena penyakit radang gusi bisa mengakibatkan terjadinya infeksi yang akan masuk lewat pembuluh darah dan kemudian akan merusak ke bagian organ tubuh manusia yang penting lainnya misalnya adalah pada jantung, paru-paru, otak serta mata. Jika infeksi yang terjadi masuk ke dalam rongga jantung maka bisa mengakibatkan terjadinya penyakit jantung dan hal ini sudah terbukti. Selain itu, jika radang gusi tersebut menginfeksi ke bagian paru-paru maka bisa menyebabkan terjadinya penyakit TBC. Dan kemudian jika infeksi menyerang ke mata maka akan membuat terjadinya gangguan pada penglihatan. Selain itu jika infeksi tadi masuk ke otak maka bisa saha menimbulkan terjadinya radang selaput otak atau meningitis.

Pengobatan yang dilakukan pada penyakit radang gusi adalah dengan cara minum obat antibiotik. Jika penyebab dari radang gusi adalah akibat obat-obatan, maka pertumbuhan dari gusi biasanya harus segera diangkat lewat tindakan operasi. Namun jika penyebabnya adalah karena kurang mengonsumsi vitamin C dan juga niasin, maka biasanya penanganan dilakukan dengan memberikan vitamin tambahan. Dan jika membantu mengurangi rasa ketidaknyamanan disaat Anda sedang makan atau minum, maka biasanya bisa diatasi dengan memberikan obat kumur anestetik.

Lakukan pemeriksaan ke dokter gigi dalam mendapatkan penanganan scalling atau pembersihan karang gigi yang biasanya harus dilakukan selama 3-6 bilan sekali. Selain itu, selain melakukan scalling, maka Anda juga bisa melakukan scerentase, pembersihan pada kuman yang bisa mengakibatkan terjadinya radang gusi yang ada di bagian akar gigi. Cara yang lain adalah dengan melakukan penanganan untuk membantu mencegah terjadinya radang gusi, misalnya adalah dengan melakukan root planing. Root planning merupakan salah satu usaha dalam membantu menghaluskan bagian permukaan akar gigi untuk membantu mengeluarkan bagian gigi yang bersifat nekrotik atau bersifat tidak segar. Melakukan root planning dengan cara pembersihan pada jaringan yang bisa merusak bagian gigi bisa menyebabkan terjadinya radang gusi.

Dan sementara, pencegahan radang gusi yang dilakukan dengan sederhana dan lebih efisien adalah dengan cara menggosok gigi secara teratur dan rutin. Menggosok gigi dengan benar dan juga teratur biasanya dilakukan 2 kali dalam sehari. Anda harus membersihkan rongga mulut paling tidak setiap 3-6 bulan sekali.

Konsumsilah buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C. Karena buah-buahan ini mengandung antioksidan yang tinggi yang bisa membentuk sistem kekebalan tubuh. Sumber dari vitamin C yang alami banyak terkandung di dalam buah-buahan yang masih segar misalnya adalah seperti buah kiwi, jambu biji, buah jeruk, buah tomat, buah sirsak dan juga buah mangga.

Sebaiknya Anda juga mencukupi kebutuhan Anda dengan mengonsumsi sayuran yang mengandung vitamin C tinggi misalnya adalah seperti brokoli. Berdasarkan salah satu penelitian yang dilakukan, sayuran brokoli bisa membantu menegah dari terjadinya infeksi dan salah satunya adalah karena infeksi penyebab dari radang gusi serta bisa membantu proses penyembuhan luka agar lebih cepat lagi. Sebaiknya hindarilah merokok karena radang gusi akan menjadi semakin parah kondisinya. Dan hal yang paling penting adalah jangan lupa mencukupi kebutuhan asupan cairan seperti air putih. Minumlah 2 liter dalam sehari.

Itulah informasi mengenai radang gusi dan cara mengobati radang gusi, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Cara Mengobati Radang Gusi

Posted in Radang Gusi | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Radang Gusi

Penyakit Radang Gusi – Gusi Berdarah adalah salah satu dari sederet tanda-tanda radang gusi atau Gingivitis. Radang gusi atau dalam bahasa ilmiah di sebut dengan Gingivitis biasanya ditandai dengan gusi bengkak, warnanya merah terang, dan mudah berdarah akibat sentuhan ringan.

Penyakit Radang Gusi

Gingivitis biasanya disebabkan oleh buruknya kebersihan mulut sehingga terbentuk plak atau karang gigi di bagian gigi yang berbatasan dengan tepi gusi. Plak dan karang gigi mengandung banyak bakteri yang akan menyebabkan infeksi pada gusi. Bila kebersihan mulut tidak diperbaiki, gingivitis akan bertambah parah dan berkembang menjadi periodontitis.

Penyakit Radang Gusi

Penyakit Radang Gusi

Gingivitis biasanya disebabkan oleh buruknya kebersihan mulut sehingga terbentuk plak atau karang gigi di bagian gigi yang berbatasan dengan tepi gusi. Plak dan karang gigi mengandung banyak bakteri yang akan menyebabkan infeksi pada gusi. Bila kebersihan mulut tidak diperbaiki, gingivitis akan bertambah parah dan berkembang menjadi periodontitis.

Tapi Penyakit Radang Gusi juga dapat disebabkan oleh penyakit sistemik. Contohnya pada pasien penderita leukemia dan penyakit Wegner yang cenderung lebih mudah terkena gingivitis. Pada orang dengan penyakit diabetes atau penyakit HIV Aids, adanya gangguan pada sistem imunitas (kekebalan tubuh) menyebabkan kurangnya kemampuan tubuh untuk melawan infeksi bakteri pada gusi.

Perubahan hormonal pada masa kehamilan, pubertas, dan pada terapi steroid juga menyebabkan gusi lebih rentan terhadap infeksi bakteri. Pemakaian obat-obatan pada pasien dengan tekanan darah tinggi dan paska transplantasi organ juga dapat menekan sistem imunitas sehingga infeksi pada gusi lebih mudah terjadi.

Gejala Penyakit Radang Gusi

Gusi tampak bengkak, kemerahan, lunak, dan mudah berdarah pada saat menyikat gigi atau penggunaan dental floss. Gingivitis juga dapat menyebabkan bau mulut (halitosis).

Kebanyakan orang ada yang menyepelekan atau meremehkan penyakit radang gusi. Mereka menganggap enteng mengenai sariawan dan juga penyakit rongga mulut yang lain misalnya adalah seperti bau mulut, masalah gusi berdarah dan sakit gigi berlubang. Biasanya luka yang terjadi pada mulut memang tidak dalam. Jika tidak disertai dengan adanya komplikasi yang terjadi akibat infeksi kuman yang lebih ganas lagi, penyakit sariawan biasanya akan sembuh dengan sendiri dan tanpa meninggalkan bekas. Infeksi penyakit ini biasanya diawali dengan gelembung yang berisi dengan cairan di dalam mulut. Dan kemudian gelembung tersebut akan pecah dan akan membentuk luka yang akan terasa sangat nyeri.

Padahal, salah satu penelitian yang dilakukan menunjukkan adanya suatu hubungan yang erat dengan bertumpuknya bakteri di dalam rongga mulut dengan jenis penyakit berat yang lainnya misalnya adalah penyakit diabetes, serangan jantung, infeksi pada darah, hinga masalah soal berat badan pada bayi yang tidak ideal. Radang gusi yang juga dianggap sebagai salah satu faktor pencetus penyakit gigi tanggal serta terjadinya kerusakan pada jaringan penyangga gigi. Dan kemudian semakin lama plak serta bakteri yang ada di dalam gigi akan mengakibatkan terjadinya radang gusi.

Selain itu, radang gusi juga bisa mengakibatkan terjadinya resesi gusi atau juga menjadi suatu penyebab dari permukaan yang terbuka pada akar akibat suatu perubahan pada posisi gusi menuju ke daerah akar. Kebiasaan dari menyikat gigi yang salah adalah yang terlalu keras dan juga bisa menyebabkan terjadinya penurunan pada gusi sehingga akan membuat gigi Anda menjadi lebih senstif.

Pengobatan Radang Gusi

Karena gusi yang tidak sehat biasanya akan lebih rentan dalam menimbulkan terjadinya berbagai masalah kesehatan. Pengobatan yang dilakukan pada penyakit radang gusi  adalah dnegan melakukan :

  1. Scalling
    Scalling merupakan salah satu tindakan pembersihan plak dan juga bagian kalkulus. Hal ini mutlak harus dilakukan dalam membantu membunuh bakteri yang menjadi penyebab dari radang gusi. Dan kemdian jika sudah di scalling maka sebaiknya adalah dengan melakukan kontrol yang dilakukan 1-2 minggu dan setelahnya untuk membantu melihat apakah ada suatu perbaikan dari gusi.

Pencegahan penyakit radang gusi yang bisa dilakukan adalah :

  1. Bersihkan karang gigi yang rutin dilakukan paling tidak 6 bulan sekali. Dan karang gigi yang mengalami penumpukkan adalah salah satu jalan dari penyebab radang bakteri, karena hal ini akan mengakibatkan terjadinya sarang berjuta bakteri.
  2. Segera melakukan penambalan pada sakit gigi berlubang karena lubang tadi akan beresiko dalam menyebabkan terjadinya perkembangbiakan pada bakteri yang mejnadi penyebab dari terjadinya infeksi pada gusi.
  3. Jika mengonsumsi obat antibiotik dalam membantu mengatasi masalah radang gusi, maka sebaiknya lakukan sesuai dengan hal yang dianjurkan oleh dokter. Jika tidak, maka bakteri penyebab dari infeksi biasanya akan semakin lebih kebal lagi dan bisa dengan lebih mudah membuat gusi menjadi terkoyak atau robek.

Pengobatan Radang Gusi

1. Cara Pertama

Bahan-Bahan :

– Daun bayam duri secukupnya

Cara Pemakaian :

– Daun bayam duri di cuci bersih lalu dibakar
– Kemudian tumbuk hingga halus menjadi seperti bubuk
– Lalu oleskan pada gusi yang sakit

2. Cara Kedua

Bahan-Bahan :

– Kulit batang tanaman andong secukupnya
– 1/2 sendok teh garam

Cara Pemakaian :

– Kikis kulit batang tanaman andong
– Lalu dicuci bersih
– Kemudian tambahkan 1/2 sendok teh garam
– Setelah itu oleskan ke gusi yang sakit

Penyakit Radang Gusi

 

Posted in Radang Gusi | Tagged , , , , , | Leave a comment